Komparasi Keanekaragaman Plankton di Bagian Hulu dan Hilir Sungai Siak Provinsi Riau

 

Pendahuluan

Sungai Siak merupakan salah satu sungai besar yang ada di Provinsi Riau.  Sungai ini memiliki panjang sekitar 300 kilometer dan rata-rata kedalaman 8-12 m yang membelah kota pekanbaru.Sungai Siak memiliki fungsi yang sangat strategis yaitu  sebagai  sumber air bersih bagi kota Pekanbaru,  sarana transportasi dan  sebagai pusat kegiatan bisnis. Semakin tingginya pemanfaatan Sungai Siak pada saat ini terutama karena perkembangan yang pesat di DAS Siak  telah  menyebabkan Sungai Siak mengalami tekanan dan menjadi kritis,. Hal ini disebabkan oleh persoalan-persoalan mulai dari hulu hingga hilir sungai siak. Kritisnya  DAS Siak  dapat dilihat dengan adanya penurunan kualitas dan kuantitas Sungai Siak yang sudah berada di bawah ambang batas ketentuan sungai yang lestari dan tingginya sendimentasi. Penyebab utama penurunan kualitas Sungai Siak adalah limbah industri baik industri besar, menengah maupun kecil yang berada di sepanjang alur Sungai Siak, antara lain industri minyak, industri pengolahan, sawmill, industri pulp dan pembuangan sampah (60% berasal dari rumah tangga) yang semuanya masuk kedalam sungai siak. Penurunan kualitas dan kuantitas sungai siak ini juga disebabkan oleh tingginya erosi akibat dari semakin intensif pengelolaan sumberdaya alam yang ada di hulu, seperti adanya penebangan liar (illegal logging), penebangan hutan berdasarkan Hak Pengusahaan Hutan (HPH), konversi hutan menjadi kawasan perkebunan (besar dan kecil), kegiatan pertambangan dan kegiatan budidaya lainnya (Menteri Pekerjaan Umum, 2005). Hal ini menyebabkan tingkat pencemaran limbah di sungai Siak ini menjadi sangat tinggi,  Akibatnya kehidupan biota sungai pun mengalami gangguan.

Kerusakan di Sungai Siak telah mengancam keberlangsungan hidup ikan dan biota air lainnya yaitu plankton. Plankton dalam suatu perairan dapat menggambarkan tingkat produktivitas perairan tersebut  Plankton terdiri dari Fitoplankton dan Zooplankton. Dalam sistem trofik ekosistem perairan, organisme plankton sangat berperan sebagai produsen dan berada pada posisi tingkat dasar, yaitu menentukan keberadaan organisme pada jenjang berikutnya berupa berbagai jenis ikan-ikan. Oleh karena itu, keberadaan plankton di suatu perairan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan-ikan di perairan tersebut, terutama bagi ikan-ikan pemakan plankton atau ikan-ikan yang berada pada taraf perkembangan awal. Semakin rusaknya Sungai Siak maka akan menyebabkan berkurangnya keanekaragaman plankton. Indeks keanekaragaman plankton dapat menggambarkaan tingkat pencemaran suatu perairan (Woro, 2000).  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  komparasi keanekaragaman plankton di bagian hulu dan hilir Sungai Siak